How We Met

Alden

Mengenal dirinya adalah suatu anugrah yang terindah yang Tuhan berikan kepadaku. Ketika hidup ini sepi dan sendiri bagai gelas yang kosong, dia datang kepadaku untuk memenuhi ruang kosong itu.

Perkenalan kami adalah hal yang unik. Kami berkenalan di Facebook. Diwaktu itu statusku jomblo, begitu pula dia. Kami sama-sama anggota group Facebook dari Pemuda Advent, suatu group Pemuda diorganisasi keagamaan kami.

Ketika aku baru putus dari pacar lamaku, aku bingung harus bagaimana kekasih pengganti. Yang dulunya setiap malam minggu pergi keluar rumah, sekarang harus nongkrong dirumah. Yang dulunya tiap malam minggu nonton bioskop, sekarang jadi nonton sinetron yang isi ceritanya sama sedihnya dengan hidupku hihihi…

Mencari pasangan baru bagiku tidak mudah, tetapi harus karena hal-hal berikut:

  1. Sepi hidup ini tanpa pendamping (kata anak alay.. hehehe…)
  2. Umurku sudah cukup offside, jadi harus segera.. daripada-daripada nantinya… hehehe..
  3. Orangtuaku memberi 2 kriteria yang cukup membuat pusing, yaitu harus 1 agama, dan harus batak..!!! . JENG..!! ini yang buat kepala pusing 8 keliling..!!!

Jadi dari hal-hal itu, aku berpikir, bagaimana caranya…? untuk mencari pasangan yang 1 agama berarti harus di Gereja donk..! nah kalau ke gerejakan 1x seminggu, jadi ketemunya lama. Terus kalau uda ketemu mau ngapain? Toh juga nga berani ngedeketin.. hahahaha.. Katakanlah berani terus ngedeketin itu boru2, terus belum tentu dia mau sama awak.. hahaha.. pala tambah pusinkkk..

Jadi gimana donk.. ya… ujung2nya bertelut dan berdoa deh.. hehehe… amin…

Tapi puji Tuhan, doaku dijawab. Aku menemukan group Pemuda Advent di Facebook, yaitu group pemuda dari organisasi keagamaan kami. Disitu sangat mudah bagiku untuk berinteraksi. Aku tinggal mencari perempuan yang mempunyai marga Batak, lalu bisa pula kulihat wajahnya, terus tinggal ku sapa di wall atau messagenya, dan biar nga cape, copy paste sapanya… hahahaha… abis itu tinggal nunggu deh, mana yang respon.

Ternyata tidak ada yang respon, hahaha.. emang dasar.. jeleknya mukaku ini bah… Tapi aku nga mau menyerah, kulakukan hal itu berulang-ulang dan juga berdoa, hingga akhirnya Tuhan iba kepadaku, dan menggerakkan hati perempuan2 itu untuk membalasku.. Puji Tuhan alhamdulilah, dari seratusan sapaan yang kubuat, 2 orang menyapa balik.. (hahaha.. alhamdulilah atau kasihan yah..) Auah gelap.. hehehe… yang penting ada yang respon. Akhirnya aku memilih salah satu dari mereka untuk terus menyapa dari hari kehari, hingga kami melakukan pertemuan, kemudian pacaran, dan sekarang berencana melakukan pernikahan.. Tuhan Maha Baik, Dia tau mukaku jelek, Dia tau aku nga pandai mendekati wanita, Dia tau aku harus mempunyai calon istri yang 1 agama dan boru batak, dan Dia melakukan itu dengan caranya yang ajaib. Terpujilah nama Tuhan yang telah mendengar doaku.. Amin…